STUDI KASUS LATAR BELAKANG
PENGGUNAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN (PENJASKES)
oleh Arie Dwi Debrata
Pembelajaran adalah serangkaian peristiwa yang
dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya
proses belajar siswa yang bersifat internal. Pembelajaran
akan berfokus pada pengembangan kemampuan intelektual yang berlangsung secara
social dan kultural, mendorong siswa membangun pemahaman dan pengetahuannya
sendiri dalam konteks social, dan belajar dimulai dari pengetahuan awal dan
perspektif budaya. Seperti yang diketahui, penjaskes adalah pembelajaran dasar
bagi siswa yang bertujuan untuk membantu perkembangan kognitif, fisik, mental,
emosi, social dan lainnya. Dalam pembelajaran penjaskes diperlukan prinsip-prinsip
karakter agar siswa selalu sportif selama proses pembelajaran berlangsung.
Sementara itu pembelajaran di era globalisasi seperti sekarang, sudah saatnya
pembelajaran penjaskes menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) untuk proses belajar mengajar. Pendidikan jasmani dan kesehatan
(Penjaskes) merupakan pendidikan yang melibatkan aktivitas jasmani/gerak dalam
pembelajaran sehingga penggunaan TIK sebagai media dalam pembelajaran dapat
membantu guru untuk lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran yang
berhubungan dengan gerak. Penggunaan TIK dalam pembelajaran pendidikan jasmani
bisa berupa slide presentation, CD-Interaktif, video tutorial, film bertemakan
olahraga, multimedia, jaringan dan lain-lain.
Sementara itu, berdasarkan
penelitian yang terjadi di lapangan saat ini di SMP Negeri 1 Kuala Tungkal,
penggunaan TIK dalam pembelajaran Penjaskes selalu terkendala oleh pemadaman
listrik yang jadwalnya tidak menentu. Oleh karena itu, penuntunan penggunaan
TIK dalam pembelajaran juga harus disertai dengan adanya buku tes pendamping
semacam lembar kerja siswa, sehingga saat pemadaman listrik berlangsung siswa
tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan menguji kemampuan bersama lembar kerja
yang sudah disediakan. Pembelajaran berbasis TIK dapat membuat siswa
secara aktif mengikuti pembelajaran walaupun guru yang sedang mengajar
berhalangan untuk hadir. Banyaknya aplikasi pengembangan materi ajar berbasis
TIK yang dapat membantu guru-guru dalam mengembangkan kreatifitas mereka dalam
mengelola bahan ajar. Penggunaan TIK dalam pembelajaran tidak hanya menuntut
siswa untuk aktif mecari materi ajar sendiri, tetapi guru pun harus aktif
memadukan materi ajar yang akan disampaikan agar pengetahuan yang dimiliki oleh
guru tidak ketinggalan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Pembelajaran
berbasis TIK mengubah paradigma lama dari pembelajaran terpusat pada guru (teacher-centered) menjadi
pembelajaran berpusat pada siswa (students-centered). Pada
tingkatan paling tinggi, penggunaan TIK dalam pembelajaran digambarkan sebagai
proses pembelajaran yang telah menyatu dengan kemajuan TIK. Pada kondisi ini,
siswa melaksanakan pembelajaran secara mandiri dan online yang tidak
dibatasi oleh ruang dan waktu. Guru dalam tingkatan ini berperan hanya sebagai
fasilitator, oleh karena itulah muncul paradigma baru pembelajaran berpusat
pada siswa (students-centered).
Abdullah, Ishak. 2013. Teknologi
Pendidikan. Bandung: PT Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2013. Pendidikan
Teknologi Informasi dan Komunikasi Teori dan Aplikasi.
Bandung: PT
Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2015. Teknologi
Pembelajaran. Bandung: PT Rosda Karya.
Sangat berguna
BalasHapus