Senin, 12 November 2018



STUDI KASUS LATAR BELAKANG PENGGUNAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN (PENJASKES)
oleh Arie Dwi Debrata

Pembelajaran adalah serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Pembelajaran akan berfokus pada pengembangan kemampuan intelektual yang berlangsung secara social dan kultural, mendorong siswa membangun pemahaman dan pengetahuannya sendiri dalam konteks social, dan belajar dimulai dari pengetahuan awal dan perspektif budaya. Seperti yang diketahui, penjaskes adalah pembelajaran dasar bagi siswa yang bertujuan untuk membantu perkembangan kognitif, fisik, mental, emosi, social dan lainnya. Dalam pembelajaran penjaskes diperlukan prinsip-prinsip karakter agar siswa selalu sportif selama proses pembelajaran berlangsung. Sementara itu pembelajaran di era globalisasi seperti sekarang, sudah saatnya pembelajaran penjaskes menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk proses belajar mengajar. Pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes) merupakan pendidikan yang melibatkan aktivitas jasmani/gerak dalam pembelajaran sehingga penggunaan TIK sebagai media dalam pembelajaran dapat membantu guru untuk lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran yang berhubungan dengan gerak. Penggunaan TIK dalam pembelajaran pendidikan jasmani bisa berupa slide presentation, CD-Interaktif, video tutorial, film bertemakan olahraga, multimedia, jaringan dan lain-lain. 
Sementara itu, berdasarkan penelitian yang terjadi di lapangan saat ini di SMP Negeri 1 Kuala Tungkal, penggunaan TIK dalam pembelajaran Penjaskes selalu terkendala oleh pemadaman listrik yang jadwalnya tidak menentu. Oleh karena itu, penuntunan penggunaan TIK dalam pembelajaran juga harus disertai dengan adanya buku tes pendamping semacam lembar kerja siswa, sehingga saat pemadaman listrik berlangsung siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan menguji kemampuan bersama lembar kerja yang sudah disediakan. Pembelajaran berbasis TIK dapat membuat siswa secara aktif mengikuti pembelajaran walaupun guru yang sedang mengajar berhalangan untuk hadir. Banyaknya aplikasi pengembangan materi ajar berbasis TIK yang dapat membantu guru-guru dalam mengembangkan kreatifitas mereka dalam mengelola bahan ajar. Penggunaan TIK dalam pembelajaran tidak hanya menuntut siswa untuk aktif mecari materi ajar sendiri,  tetapi guru pun harus aktif memadukan materi ajar yang akan disampaikan agar pengetahuan yang dimiliki oleh guru tidak ketinggalan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Pembelajaran berbasis TIK mengubah paradigma lama dari pembelajaran terpusat pada guru (teacher-centered) menjadi pembelajaran berpusat pada siswa (students-centered). Pada tingkatan paling tinggi, penggunaan TIK dalam pembelajaran digambarkan sebagai proses pembelajaran yang telah menyatu dengan kemajuan TIK. Pada kondisi ini, siswa melaksanakan pembelajaran secara mandiri dan online yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Guru dalam tingkatan ini berperan hanya sebagai fasilitator, oleh karena itulah muncul paradigma baru pembelajaran berpusat pada siswa (students-centered).

Daftar Rujukan
Abdullah, Ishak. 2013. Teknologi Pendidikan. Bandung: PT Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2013. Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Teori dan Aplikasi.
Bandung: PT Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2015. Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT Rosda Karya.


1 komentar: