PENGGUNAAN
SUMBER DAYA TEKNOLOGI
1.1
Latar Belakang
Teknologi
pendidikan adalah teori dan praktik untuk memfasilitasi pembelajaran dengan cara menciptakan, mengembangkan, menggunakan, mengelola, menilai dan melakukan penelitian proses teknologi dan sumber daya dengan tepat guna. Setiap definisi teknologi pendidikan tidak akan
menjadi lengkap tanpa pengakuan bahwa menggunakan proses teknologi dan sumber daya
yang tepat adalah tujuan akhir dari semua
prosesnya. Inti dari menciptakan sumber daya teknologi dan
sistem pembelajaran adalah dapat digunakan oleh peserta didik. Istilah ini juga mengacu
pada penerimaan dan penggunaan proses teknologi, seperti pengembangan sistem
pembelajaran. Teknologi pendidikan memenuhi kedudukannya ketika peserta didik
benar-benar menggunakan bahan ajar dan sistem, dengan demikian manfaat dari analisis dan desain pembelajaran adalah menggunakannya dalam proses belajar mengajar.
1.2
Deskripsi Pengunaan dalam Teknologi Pendidikan
Dalam teknologi pendidikan penggunaan memiliki arti kata yang sama dengan
pemanfaatan. Dimana pemanfaatan dalam teknologi pendidikan adalah aktivitas
menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Praktisi pembelajaran yang terlibat dalam penggunaan teknologi
pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk menyesuaikan karakteristik peserta
didik agar dapat berinteraksi dengan bahan dan aktivitas yang dipilih,
memberikan arahan selama kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai
peserta didik serta memasukkannya ke dalam prosedur organisasi berkelanjutan.
Penggunaan sumber daya teknologi menuntut adanya penggunaan, deseminasi,
difusi, implementasi dan pelembagaan sistematis. Hal tersebut dihambat
kebijakan dan peraturan. Fungsi penggunaan menjadi penting karena fungsi ini
memperjelas hubungan peserta didik dengan bahan dan sistem pembelajaran.
Keempat kategori dalam kawasan penggunaan ialah: penggunaan media, difusi
inovasi, implementasi dan instutusionalisme (pelembagaan), serta kebijakan dan
regulasi.
a.
Penggunaan Media
Penggunaan media merupakan kegunaan yang sistematis dari sumber untuk
belajar. Proses penggunaan media merupakan proses pengambilan keputusan
berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran. Misalnya, bagaimana suatu video
singkat diperkenalkan atau diproses dan didesain dengan bentuk belajar yang diinginkan.
Prinsip-prinsip penggunaan juga dikaitkan dengan karakteristik pembelajar.
Seandainya video pembelajaran memasak diciptakan secara singkat untuk peserta
didik tuna rungu, berarti penggunaan video harus dibuat dengan visual semenarik
mungkin tanpa harus memperhatikan audio.
b.
Difusi inovasi
Difusi inovasi adalah proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana
dengan tujuan untuk diadopsi. Tujuan akhir yang ingin dicapai ialah terjadinya
perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah bagaimana caranya agar informasi
mengenai pembelajaran sampai kepada peserta didik dengan mudah, misalnya jika
dahulu informasi sampai kepada peserta didik hanya berasal dari guru, sekarang
informasi bisa didapatkan dari mana-mana seperti dari google atau website
pembelajaran online. Tahap pertama dalam proses difusi inovasi ialah
membangkitkan kesadaran melalui desiminasi informasi. Proses tersebut meliputi
tahap-tahap seperti kesadaran, minat, percobaan dan adopsi. Langkah-langkah
difusi tersebut adalah pengetahuan, persuasi atau bujukan, keputusan,
implementasi dan konfirmasi. Secara khas, proses tersebut mengikuti model
proses komunikasi yang menggunakan alur multi langkah termasuk komunikasi yang
menggunakan jalur penyampaian informasi, misalnya: melalui sekretaris, perantara
dan pimpinan lainnya.
c.
Implementasi dan Pelembagaan
Implementasi adalah penggunaan bahan dan strategi pembelajaran dalam
keadaan yang sesungguhnya (bukan tersimulasikan). Sedangkan pelembagaan adalah
penggunaan yang rutin dan pelestarian dari inovasi pembelajaran dalam suatu
struktur atau budaya organisasi. Keduanya bergantung pada perubahan individu
maupun organisasi. Akan tetapi, tujuan dari implementasi ialah menjamin
penggunaan yang benar oleh individu dalam organisasi. Sedang tujuan dari pelembagaan
ialah untuk mengintegrasikan inovasi dalam struktur dan kehidupan organisasi.
Kegagalan yang silam dari projek teknologi pendidikan seperti komputer dan
televisi pembelajaran di sekolah, menekankan pentingnya perencanaan baik untuk
perubahan individu maupun untuk perubahan organisasi.
d.
Kebijakan dan Regulasi
Kebijakan dan regulasi adalah aturan dan tindakan dari masyarakat (atau
wakilnya) yang memengaruhi difusi atau penyebaran dan penggunaan teknologi
pendidikan. Kebijakan dan peraturan biasanya dihambat oleh permasalahan etika
dan ekonomi. Keduanya timbul sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan oleh
individu atau kelompok dalam maupun luar. Dampak pengaruh tersebut lebih pada
pratik daripada teori. Bidang teknologi pendidikan telah ikut berjasa dalam
penentuan kebijakan tentang televisi pembelajaran dan televisi masyarakat,
hukum hak cipta standar peralatan dan program serta pembentukan unit
administrasi yang mendukung teknologi pendidikan.
2. Kecenderungan dan Permasalahan
Kecenderungan dan permasalahan dalam
kawasan pemanfaatan umumnya berkisar pada kebijakan dan peraturan yang
memengaruhi penggunaan, difusi, implementasi dan pelembagaan. Masalah lain
berhubungan dengan kawasan ini ialah bagaimana gerakan restrukturisasi sekolah
dapat memengaruhi pengunaan sumber pembelajaran. Peran teknologi dalam
rekstrukturisasi sekolah masih berjalan. Pertumbuhan yang pesat dari bahan dan
sistem yang berdasarkan komputer telah meningkatkan risiko politik dan ekonomi
bagi yang akan mengadakan adopsi. Kaum profesi teknologi pendidikan sekarang
sedang mempertimbangkan keputusan untuk pengeluaran jutaan dolar yang akan
berpengaruh bukan saja terhadap guru secara perorangan dan ruang kelas, tetapi
terhadap seluruh wilayah pesekolahan, perguruan tinggi dan badan usaha. Bidang
ini tampaknya semakin terlibat pada permasalahan politik dan ekonomi tingkat
organisasi secara keseluruhan. Faktor ini sering berdampak pada cara bagaimana
harus dilakukan.
3. Sumber Pengaruh Utama
Pada mulanya gagasan tentang pemanfaatan media lebih
berkonotasi pada spek-aspek penggunaan, kemudian kawasan ini berkembang dan
mencakup pada difusi dan pemanfaatan pengetahuan; termasuk pula peranan
kebijakan publik sebagai suatu mekanisme pelembagaan. Di luar bidang teknologi
pendidikan, studi tentang pemanfaatan ilmu pengetahuan dan banyak dipengaruhi
oleh hasil penelitian dan teori yang berkaitan dengan sejarah dan filsafat ilmu
dan sosiologi ilmu pengetahuan. Prinsip yang sama ini telah melahirkan
asumsi-asumsi penting bagi para teknolog pembelajaran.
Asusmsi yang tumbuh adalah bahwa penggunaan media terbatasi
oleh: (1) kerangka referensi masing-masing individu, (2) kondisi sosial, (3)
permasalahan tentang keseluruhan sistem penerimaan, (4) tindakan dari kelompok-kelompok
yang berkomunikasi.
Permanfaatan teknologi bergantung pada proses difusi.
Dalam kaitan ini, memberikan kontribusi yang sangat penting untuk memahami
gejala difusi inovasi. Hasil dari penelitian tentang proses difusi adalah suatu
model yang banyak didasarkan pada hasil penelitian tentang adopsi inovasi.
Secara umum penelitian ini telah mengidentifikasi variabel-variabel yang diduga
banyak memengaruhi penerimaan ide-ide baru dan menjelaskan bagaimana proses
penerimaan inovasi baru tersebut terjadi. Model Rogers ini didasarkan pada
anggapan bahwa ada empat elemen utama yang beroperasi dalam proses difusi,
yaitu bentuk atau karakter inovasi itu sendiri, salura komunikasi yang ada,
waktu dan sistem yang berlaku.
Contoh tentang faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan
proses dan materi pembelajaran termasuk; sikap pembelajar terhadap teknologi;
tingkat independensi pembelajar, dan faktor-faktor lain yang dapat menghambat atau
mendukung pemanfaatan media atau materi dalam konteks sistem pembelajaran yang
lebih luas. Penelitian penggunaan teknologi pendidikan banyak menyinggung
masalah-masalah seperti penggunaan media secara optimal dan pengaruh media
terhadap waktu yang diperlukan untuk belajar.
1.3
Kesimpulan
Penggunaan sumber daya teknologi dalam pendidikan telah
lama dimanfaatkan untuk membantu peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan
teknologi dalam proses pembelajaran terutama teknologi komputer memudahkan para
pendidik untuk menjelaskan materi pembelajaran yang bersifat abstrak dan jauh
dari penalaran peserta didik menjadi mudah dijangkau atau dipahami.
Sumber daya teknologi yang digunakan dalam proses
pembelajaran harus mengalami difusi dan implementasi dengan memperhatikan
kebijakan dan regulasi yang ada. Difusi sumber daya teknologi harus
memperhatikan inovasi teknologi yang sedang berkembang saat ini. Setelah difusi
sudah dilakukan, tahap penggunaan sumber daya harus melalui proses
implementasi, dimana sumber daya teknologi diujicobakan kepada peserta didik
dan apabila hal tersebut memberikan efek positif bagi peserta didik berarti
sumber daya teknologi sudah berhasil dikembangkan. Penggunaan teknologi dalam
pendidikan juga harus memperhatikan kebijakan yang telah ditetapkan, misalnya
penayangan film tertentu dapat disesuaikan dengan usia agar pembelajaran yang
didapat tepat pada sasarannya.
Melalui
teknologi pendidikan, para
pendidik akan mudah melakukan simulasi pembelajaran mendekati kondisi nyata
dari suatu materi pembelajaran yang abstrak. Penggunaan sumber daya teknologi dalam
semakin kuat pengaruhnya seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang telah merambah kehidupan masyarakat. Pembelajaran menggunakan sumber daya teknologi sering
disebut dengan e-learning yang merupakan proses pembelajaran melalui penggunaan
teknologi atau internet pada khususnya atau pembelajaran berbasis komputer.
Daftar Pustaka
Januszewski, Alan dan Molenda, Michael. 2008. Educational Technology with Commentary.
India: Indiana University.
Darmawan, Deni. 2013. Teknologi
Pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.
Abdulhak, Ishak. 2013. Teknologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Prawiradilaga, Dewi Salma. 2012. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Nasution. 2015. Teknologi
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.