Kamis, 06 Desember 2018


DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Berbicara mengenai pendidikan berarti kita sedang berbicara mengenai peningkatan proses belajar manusia. Berbagai cara dilakukan untuk membentuk kualitas proses belajar manusia yang baik, salah satunya melalui teknologi pendidikan. Apa itu sebenarnya teknologi pendidikan. Pengertian teknologi pendidikan tidak terlepas dari pengertian teknologi secara umum. Apabila mendengar kata teknologi, kebanyakan orang berpikir bahwa teknologi adalah berupa mesin atau alat-alat, padalahal sesungguhnya teknologi memiliki makna sebagai proses meningkatkan nilai tambah. Jika teknologi sebagai proses, maka pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu teknologi, karena pendidikan itu sendiri merupakan proses untuk menjadikan manusia terdidik. Dikatakan terdidik berarti manusia tersebut sudah memperoleh nilai tambah. Dan itulah maksud dari teknologi pendidikan.
Penggunaan istilah teknologi pada pendidikan memiliki keterkaitan dengan konsep produk dan proses. Konsep produk, berkaitan dengan perangkat keras atau hasil-hasil produksi. Atau dapat juga dikatakan keterpakaian berbagai peralatan dalam proses pengajaran. Pada tahapan teknologi yang sederhana, peralatan proses pengajaran dapat berupa papan tulis, bagan, objek nyata dan model-model yang sederhana. Pada tahapan teknologi menengah, keterpakaian produk pengajaran dapat berupa OHP, Slide, film, proyeksi, peralatan elektronik atau proyeksi (LCD). Sedangkan tahapan teknologi tinggi, berkenaan dengan paket-paket yang kompleks seperti belajar jarak jauh menggunakan radio, televisi, modul, computer assited instruction dan lain sebagainya. Penggunaan perangkat keras yang menggunakan teknologi tinggi dapat sejalan dengan perkembangan industri dan perkembangan masyarakat, seperti e-learning yang memanfaatkan jaringan internet untuk kegiatan pembelajaran. Kemudian, konsep proses dalam teknologi pendidikan adalah perangkat lunak. Hal ini dipusatkan pada pengembangan pengalaman belajar yang merupakan penerapan pendekatan ilmu dalam pembuatan program pembelajaran. Pengembangan pengalaman belajar ini diusahakan melalui pengembangan program pembelajaran yang sistemik dan sitematis dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar. Kedua kosep, yaitu konsep produk dan konsep proses tidak dapat dipisahkan. Keduanya bertujuan untuk memberi pengalaman belajar yang optimal kepada peserta didik.
Istilah teknologi pendidikan dalam bahasa Inggris sering disebut instructional technology atau educational technology. Beswick dalam Abdulhak (2013) mengatakan Instructional technology means the media born of communications revolution which can be used for instructional purpose alongside the teacher, the book and the blackboard. Jadi munurut Beswick, yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Pendapat lain, Nasution (2012:1) mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sitem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Dimana yang diutamakan adalah proses belajar itu sendiri, di samping ada alat-alat yang dapat membantu proses belajarnya.
Kemudian, Abdulhak (2013) juga mengungkapkan bahwa teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. Fungsi-fungsi teknologi pendidikan tersebut meliputi: sumber belajar, pengelolaan pendidikan dan pengembangan pendidikan. Sumber belajar ada yang dirancang khusus untuk pembelajaran (by design) dan ada yang dirancang untuk dapat dimanfaatkan sebagai keperluan pembelajaran (by utilization). Sumber belajar dapat berasal dari bahan, alat atau perlengkapan, manusia dan tempat atau lingkungan. Sementara itu, Pengelolaan pendidikan meliputi pengelolaan organisasi dan pengelolaan orang. Dan Pengembangan pendidikan terdiri atas pengembangan teori penelitian, perancangan, produksi, penilaian dan manfaat. Semua fungsi dan kawasan teknologi bertujuan agar proses pembelajaran bagi peserta didik dapat berjalan dengan baik.
Perkembangan terakhir, teknologi pendidikan secara konseptual didefinisikan sebagai teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pengelolaan, penilaian dan penelitian proses, sumber dan sistem untuk belajar. Definisi tesebut mengandung pengertian ada empat komponen dalam teknologi pendidikan yaitu : 1) teori dan praktik; 2) desain, pengembangan, pengelolaan, penilaian dan penelitian; 3) proses sumber dan sistem; dan 4) untuk belajar. Jadi, inti dari teknologi pendidikan itu sendiri adalah tujuan akhirnya yang berupa proses belajar.

Refrences
Abdulhak, Ishak. 2013. Teknologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Nasutions. 2015. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Schrum, Lynne. 2013. Teknologi Pendidikan. Jakarta: PT Indeks


PENGGUNAAN SUMBER DAYA TEKNOLOGI

1.1  Latar Belakang
Teknologi pendidikan adalah teori dan praktik untuk memfasilitasi pembelajaran dengan cara menciptakan, mengembangkan, menggunakan, mengelola, menilai dan melakukan penelitian proses teknologi dan sumber daya dengan tepat guna. Setiap definisi teknologi pendidikan tidak akan menjadi lengkap tanpa pengakuan bahwa menggunakan proses teknologi dan sumber daya yang tepat adalah tujuan akhir dari semua prosesnya. Inti dari menciptakan sumber daya teknologi dan sistem pembelajaran adalah dapat digunakan oleh peserta didik. Istilah ini juga mengacu pada penerimaan dan penggunaan proses teknologi, seperti pengembangan sistem pembelajaran. Teknologi pendidikan memenuhi kedudukannya ketika peserta didik benar-benar menggunakan bahan ajar dan sistem, dengan demikian manfaat dari analisis dan desain pembelajaran adalah menggunakannya dalam proses belajar mengajar.

1.2  Deskripsi Pengunaan dalam Teknologi Pendidikan
Dalam teknologi pendidikan penggunaan memiliki arti kata yang sama dengan pemanfaatan. Dimana pemanfaatan dalam teknologi pendidikan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Praktisi pembelajaran  yang terlibat dalam penggunaan teknologi pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk menyesuaikan karakteristik peserta didik agar dapat berinteraksi dengan bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan arahan selama kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai peserta didik serta memasukkannya ke dalam prosedur organisasi berkelanjutan. Penggunaan sumber daya teknologi menuntut adanya penggunaan, deseminasi, difusi, implementasi dan pelembagaan sistematis. Hal tersebut dihambat kebijakan dan peraturan. Fungsi penggunaan menjadi penting karena fungsi ini memperjelas hubungan peserta didik dengan bahan dan sistem pembelajaran. Keempat kategori dalam kawasan penggunaan ialah: penggunaan media, difusi inovasi, implementasi dan instutusionalisme (pelembagaan), serta kebijakan dan regulasi.

a.        Penggunaan Media
Penggunaan media merupakan kegunaan yang sistematis dari sumber untuk belajar. Proses penggunaan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran. Misalnya, bagaimana suatu video singkat diperkenalkan atau diproses dan didesain dengan bentuk belajar yang diinginkan. Prinsip-prinsip penggunaan juga dikaitkan dengan karakteristik pembelajar. Seandainya video pembelajaran memasak diciptakan secara singkat untuk peserta didik tuna rungu, berarti penggunaan video harus dibuat dengan visual semenarik mungkin tanpa harus memperhatikan audio.

b.        Difusi inovasi
Difusi inovasi adalah proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi. Tujuan akhir yang ingin dicapai ialah terjadinya perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah bagaimana caranya agar informasi mengenai pembelajaran sampai kepada peserta didik dengan mudah, misalnya jika dahulu informasi sampai kepada peserta didik hanya berasal dari guru, sekarang informasi bisa didapatkan dari mana-mana seperti dari google atau website pembelajaran online. Tahap pertama dalam proses difusi inovasi ialah membangkitkan kesadaran melalui desiminasi informasi. Proses tersebut meliputi tahap-tahap seperti kesadaran, minat, percobaan dan adopsi. Langkah-langkah difusi tersebut adalah pengetahuan, persuasi atau bujukan, keputusan, implementasi dan konfirmasi. Secara khas, proses tersebut mengikuti model proses komunikasi yang menggunakan alur multi langkah termasuk komunikasi yang menggunakan jalur penyampaian informasi, misalnya: melalui sekretaris, perantara dan pimpinan lainnya.

c.         Implementasi dan Pelembagaan
Implementasi adalah penggunaan bahan dan strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya (bukan tersimulasikan). Sedangkan pelembagaan adalah penggunaan yang rutin dan pelestarian dari inovasi pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi. Keduanya bergantung pada perubahan individu maupun organisasi. Akan tetapi, tujuan dari implementasi ialah menjamin penggunaan yang benar oleh individu dalam organisasi. Sedang tujuan dari pelembagaan ialah untuk mengintegrasikan inovasi dalam struktur dan kehidupan organisasi. Kegagalan yang silam dari projek teknologi pendidikan seperti komputer dan televisi pembelajaran di sekolah, menekankan pentingnya perencanaan baik untuk perubahan individu maupun untuk perubahan organisasi.


d.        Kebijakan dan Regulasi
Kebijakan dan regulasi adalah aturan dan tindakan dari masyarakat (atau wakilnya) yang memengaruhi difusi atau penyebaran dan penggunaan teknologi pendidikan. Kebijakan dan peraturan biasanya dihambat oleh permasalahan etika dan ekonomi. Keduanya timbul sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam maupun luar. Dampak pengaruh tersebut lebih pada pratik daripada teori. Bidang teknologi pendidikan telah ikut berjasa dalam penentuan kebijakan tentang televisi pembelajaran dan televisi masyarakat, hukum hak cipta standar peralatan dan program serta pembentukan unit administrasi yang mendukung teknologi pendidikan.

2. Kecenderungan dan Permasalahan
            Kecenderungan dan permasalahan dalam kawasan pemanfaatan umumnya berkisar pada kebijakan dan peraturan yang memengaruhi penggunaan, difusi, implementasi dan pelembagaan. Masalah lain berhubungan dengan kawasan ini ialah bagaimana gerakan restrukturisasi sekolah dapat memengaruhi pengunaan sumber pembelajaran. Peran teknologi dalam rekstrukturisasi sekolah masih berjalan. Pertumbuhan yang pesat dari bahan dan sistem yang berdasarkan komputer telah meningkatkan risiko politik dan ekonomi bagi yang akan mengadakan adopsi. Kaum profesi teknologi pendidikan sekarang sedang mempertimbangkan keputusan untuk pengeluaran jutaan dolar yang akan berpengaruh bukan saja terhadap guru secara perorangan dan ruang kelas, tetapi terhadap seluruh wilayah pesekolahan, perguruan tinggi dan badan usaha. Bidang ini tampaknya semakin terlibat pada permasalahan politik dan ekonomi tingkat organisasi secara keseluruhan. Faktor ini sering berdampak pada cara bagaimana harus dilakukan.

3. Sumber Pengaruh Utama
Pada mulanya gagasan tentang pemanfaatan media lebih berkonotasi pada spek-aspek penggunaan, kemudian kawasan ini berkembang dan mencakup pada difusi dan pemanfaatan pengetahuan; termasuk pula peranan kebijakan publik sebagai suatu mekanisme pelembagaan. Di luar bidang teknologi pendidikan, studi tentang pemanfaatan ilmu pengetahuan dan banyak dipengaruhi oleh hasil penelitian dan teori yang berkaitan dengan sejarah dan filsafat ilmu dan sosiologi ilmu pengetahuan. Prinsip yang sama ini telah melahirkan asumsi-asumsi penting bagi para teknolog pembelajaran.
Asusmsi yang tumbuh adalah bahwa penggunaan media terbatasi oleh: (1) kerangka referensi masing-masing individu, (2) kondisi sosial, (3) permasalahan tentang keseluruhan sistem penerimaan, (4) tindakan dari kelompok-kelompok yang berkomunikasi.
Permanfaatan teknologi bergantung pada proses difusi. Dalam kaitan ini, memberikan kontribusi yang sangat penting untuk memahami gejala difusi inovasi. Hasil dari penelitian tentang proses difusi adalah suatu model yang banyak didasarkan pada hasil penelitian tentang adopsi inovasi. Secara umum penelitian ini telah mengidentifikasi variabel-variabel yang diduga banyak memengaruhi penerimaan ide-ide baru dan menjelaskan bagaimana proses penerimaan inovasi baru tersebut terjadi. Model Rogers ini didasarkan pada anggapan bahwa ada empat elemen utama yang beroperasi dalam proses difusi, yaitu bentuk atau karakter inovasi itu sendiri, salura komunikasi yang ada, waktu dan sistem yang berlaku.
Contoh tentang faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan proses dan materi pembelajaran termasuk; sikap pembelajar terhadap teknologi; tingkat independensi pembelajar, dan faktor-faktor lain yang dapat menghambat atau mendukung pemanfaatan media atau materi dalam konteks sistem pembelajaran yang lebih luas. Penelitian penggunaan teknologi pendidikan banyak menyinggung masalah-masalah seperti penggunaan media secara optimal dan pengaruh media terhadap waktu yang diperlukan untuk belajar.

1.3  Kesimpulan
Penggunaan sumber daya teknologi dalam pendidikan telah lama dimanfaatkan untuk membantu peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran terutama teknologi komputer memudahkan para pendidik untuk menjelaskan materi pembelajaran yang bersifat abstrak dan jauh dari penalaran peserta didik menjadi mudah dijangkau atau dipahami.
Sumber daya teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran harus mengalami difusi dan implementasi dengan memperhatikan kebijakan dan regulasi yang ada. Difusi sumber daya teknologi harus memperhatikan inovasi teknologi yang sedang berkembang saat ini. Setelah difusi sudah dilakukan, tahap penggunaan sumber daya harus melalui proses implementasi, dimana sumber daya teknologi diujicobakan kepada peserta didik dan apabila hal tersebut memberikan efek positif bagi peserta didik berarti sumber daya teknologi sudah berhasil dikembangkan. Penggunaan teknologi dalam pendidikan juga harus memperhatikan kebijakan yang telah ditetapkan, misalnya penayangan film tertentu dapat disesuaikan dengan usia agar pembelajaran yang didapat tepat pada sasarannya.
Melalui teknologi pendidikan, para pendidik akan mudah melakukan simulasi pembelajaran mendekati kondisi nyata dari suatu materi pembelajaran yang abstrak. Penggunaan sumber daya teknologi dalam semakin kuat pengaruhnya seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah merambah kehidupan masyarakat. Pembelajaran menggunakan sumber daya teknologi sering disebut dengan e-learning yang merupakan proses pembelajaran melalui penggunaan teknologi atau internet pada khususnya atau pembelajaran berbasis komputer.

Daftar Pustaka
Januszewski, Alan dan Molenda, Michael. 2008. Educational Technology with Commentary. India: Indiana University.
Darmawan, Deni. 2013. Teknologi Pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.
Abdulhak, Ishak. 2013. Teknologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Prawiradilaga, Dewi Salma. 2012. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Nasution. 2015. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.