Selasa, 20 November 2018



ALTERNATIF PEMANFAATAN TIK YANG EFEKTIF UNTUK MENUNJANG DUNIA KERJA



1.        Pemanfaatan TIK dalam Dunia Pendidikan

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat pesat, sejak lama telah dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan TIK di sekolah akan menjadi suatu hal yang biasa di sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan secara formal. Pemanfaatan TIK untuk diterapkan dalam dunia pendidikan dapat dikategorikan dalam lima kelompok. Kelompok yang pertama adalah pemanfaatan TIK digunakan untuk menyampaikan materi ajar. Pada pemanfatan jenis ini, informasi materi belajar yang hendak disampaikan kepada peserta ajar dikemas dalam suatu perangkat lunak. Perserta ajar kemudian dapat belajar dengan cara menjalankan program atau perangkat lunak tersebut di komputer. Bila dirancang dengan baik, pemanfaatan TIK dapat menciptakan sebuah program sehingga peserta dapat melakukan simulasi atau juga dapat memberikan umpan balik kepada peserta ajar untuk kemajuan belajarnya. Pemakaian kelompok kedua adalah pemanfaatan TIK untuk pendistribusian materi ajar melalui jaringan internet. Materi ajar dapat dikemas dalam bentuk webpage ataupun program belajar interaktif. Materi ajar ini kemudian ditempatkan dalam server yang tersambung ke internet sehingga dapat diambil oleh peserta didik baik menggunakan web-browser ataupun aplikasi pengiriman file. Pemanfaatan kelompok ketiga adalah penggunan TIK sebagai media komunikasi dengan pakar, narasumber atau peserta didik. Komunikasi ini dapat digunakan untuk menanyakan hal-hal yang tidak bisa dimengerti atau mengemukakan pendapatsupaya dapat ditanggapi oleh peserta yang lain. Dengan demikian, peserta didik bisa mendapat umpan balik dari para pakar atau narasumber serta serta dari teman peserta didik yang lain mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pemahaman materi ajar. Pemanfaatan TIK kelompok empat dalam dunia pendidikan adalah digunakannya TIK sebagai jembatan menuju realitas pembelajaran. Perkembangan TIK mampu mengolah, mengemas dan menampilkan serta menyebarkan informasi pembelajaran baik dalam media audiovisual, visual, audiovisual bahkan multimedia, yang saat ini dikenal dengan pembelajaran bersifat virtual atau e-learning. Pembelajaran model ini mampu mengemas kondisi atau relitas pembelajaran sebelumnya menjadi lebih menarik dan memberikan pengkondisian bahwa pembelajaran tidak dibatasi oleh ruang dan jarak. Dalam dunia pendidikan, pemanfaatan TIK kelompok lima yaitu digunakannya TIK untuk memberi layanan informasi yang lebih baik. Pemanfaatan TIK jenis ini sudah banyak digunakan oleh perguruan tinggi seperi adanya sistem electronic university (e-university), sistem akademik informasi akademik (SIAKAD) online, akses informasi perpustakaan online (e-library) dan lain-lain.

2.        Pemanfaatan TIK dalam  Pemerintahan
Penggunaan TIK dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan pihak-pihak lain disebut e-government. Penggunaan hubungan ini dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu: G2C (Government to citizen), yaitu hubungan antara pemerintah dengan masyarakat; G2B (Government to bussines), yaitu hubungan antara pemerintah dengan pengusaha dan G2G (Government to Government), yaitu hubungan antara pemerintah dengan pemerintah. Konsep e-government mengacu pada penggunaan TIK oleh pemerintahan, misalnya dengan menggunakan jaringan internet. E-government dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan penduduk, pemerintah dengan bisnis, dan kegiatan lainnya. Selain itu TIK juga bermanfaat dalam bidang pemerintahan antara lain: 1) meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat, kerena informasi dapat lebih mudah untuk diperoleh; 2) meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat pemerintah dengan adanya transparansi kegiatan pemerintah; 3) meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, yaitu masyarakat dapat dilayani kapan-pun dan dimana-pun, tanpa memandang jam buka kantor, dan bahkan tanpa perlu datang ke kantor pemerintahan; 4) tersedianya informasi yang mudah diakses oleh masyarakat melalui internet, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan dengan benar; dan 5) hilangnya birokrasi yang selama ini seolah-oleh menjadi penghalang bagi masyarakat dalam berhubungan dengan pemerintah, sehingga pelaksanaan pemerintahan menjadi lebih efektif dan efisien.

3.        Pemanfaatan TIK dalam Dunia Perbankan
Dalam dunia perbankan, TIK diterapkan untuk transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. Di kota-kota besar, kita dapat memastikan kebanyakan orang telah mempunyai rekening di bank. Rekening yang bisa berupa tabungan, rekening koran, giro, ataupun deposito. Tapi melakukan transaksi di kantor bank terkadang memakan waktu cukup lama terutama harus antri menunggu giliran. Tidak jarang karena kesal dan tidak sabar menunggu dilayani sehingga memanfaatkan cara lain yaitu seperti menggunakan ATM (anjungan tunai mandiri) bank yang tersebar di beberapa tempat. Namun terkadang seseorang bisa bertambah kesal karena di depan ATM ternyata terdapat barisan orang yang mengantri pula. Memanfaatkan internet sebagai salah satu jalur transaksi perbankan yang lebih mudah diakses dimanapun seperti di rumah atau kantor dan juga kapanpun selama 24 jam satu minggu penuh. Internet banking yang juga dikenal dengan istilah online banking ini menurut situs wikipedia adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan. Bagi sebagian orang, internet banking sangat membantu karena bisa melakukan transaksi perbankan di luar jam kerja bank yang sering pendek. Hanya membutuhkan koneksi internet dan web browser seperti Internet Explorer. Sama sekali tidak memerlukan perangkat lunak atau perangkat keras secara khusus. Jumlah konsumen perbankan yang memilih internet banking sebagai cara yang paling disukai untuk menangani keuangannya dewasa ini berkembang dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan mereka menyukai berbagai kemudahan dan fitur yang tersedia dalam internet banking. Internet banking biasanya menyediakan fitur pembayaran berbagai rekening baik listrik, telepon, kartu kredit dan sebagainya secara online. Selain itu, setiap saat para konsumen bisa memeriksa dan mengunduh daftar transaksi keuangan mereka atau jumlah simpanan secara online.

4.        Pemanfaatan TIK dalam Bidang Transportasi
Penggunaan TIK di bidang transportasi digunakan untuk mengatur lampu lalu lintas. Di Negara maju lainnya banyak kereta yang sudah dipasang alat navigasi modern untuk menggantikan masinis melalui penggunaan satelit dan sistem komputer. Jalan raya juga dipasang dengan berbagai jenis sensor yang akan memberikan pesan kepada komputer pusat untuk memudahkan pengendalian jalan raya tertentu. Selain itu, dengan TIK semua jalur penerbangan di Bandara bisa diprogram. Untuk menerbangkan pesawat itu sendiri membutuhkan dan harus dilengkapi dengan alat TIK. Bahkan diketinggian tertentu pesawat dapat diterbangkan dengan otomatis oleh pilot yang sudah diprogram melalui komputer. Demikian juga penjualan tiket di terminal , bandara, dan stasiun yang dapat dilayani dengan cepat menggunakan TIK. Banyak negara maju lainnya yang sudah memasang alat navigasi modern untuk menggantikan masinis melalui penggunaan satelit dan sistem komputer di kereta. Salah satu negara yang sudah memasang alat navigasi modern untuk menggantikan masinis melalui penggunaan satelit dan sistem TIK di kereta adalah negara Jepang.

5.        Pemanfaatan TIK dalam Bidang Kesehatan

Pelayanan kesehatan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), banyak mendapatkan perhatian Dunia. Contohnya yang pertama yaitu dalam pelayanan yang disebut dengan sistem e-Health. Pengertian e-Health sendiri secara luas dapat bermakna bidang pengetahuan baru yang merupakan persilangan dari informasi medis, kesehatan public, dan usaha, berkaitan dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang dipertukarkan atau ditingkatkan melalui saluran internet dan teknologi berkaitan dengannya. Dalam pengertian lebih luas, e-Health dapat diartikan sebagai tidak hanya pengembangan teknologi pelayanan kesehatan, namun juga mencakup pengembangan sikap, perilaku, komitmen dan tata cara berpikir untuk mengembangkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Mengembangkan layanan e-Health akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk mencapai hal tersebut di atas. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui batasan fisik dan waktu. Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat. Pemanfaatan TIK dalam dunia kesehatan yang kedua digunakan untuk mendiagnosa suatu penyakit. TIK dapat digunakan untuk menghasilkan foto yang lebih baik dari tubuh pasien. Sinar-X adalah teknik tradisional yang merekam bayangan dua dimensi dari tulang pada film. Computerized Axial Tomography, juga dikenal sebagai CAT scan, adalah serangkaian gambar sinar-X dua dimensi yang digabungkan dengan TIK untuk mendapatkan gambar tiga dimensi. Dengan adanya komputer DNA yang sudah dirancang khusus di dalam bidang kesehatan mendiagnosa suatu penyakit bukan hal yang sulit lagi, karena dengan menggunakan komputer akan lebih cepat, mudah dan akurat untuk mengetahui nama dan jenis suatu penyakit. Ketiga, Pemanfaatan TIK digunakan untuk memonitoring status pasien, pasien yang sudah pernah datang atau baru pertama kali berobat akan dengan mudah dilacak. Data – data personal pasien juga dengan mudah dilihat. Selain itu, dokter ataupun perawat dapat melihat rekaman hasil periksa, keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya yang pernah diderita oleh si pasien, tanggal kedatangan pasien terakhir kali berobat, record resep yang pernah diberikan, dan masih banyak lagi. Pemanfaatan keempat TIK dalam dunia kesehatan adalah untuk melakukan penelitian. Penelitian ilmiah yang sering dilakukan dalam bidang kesehatan sangatlah bergantung pada penggunaan TIK. Penggunaan TIK dapat memaksimalkan hasil penelitian, karena dengan adanya TIK penelitian itu dapat ditelusuri lebih dalam dan lebih detail. Misalnya penelitian untuk mendeteksi bakteri atau virus baru, pendeteksian DNA, dan lain sebagainya. Pemanfataan TIK yang kelima dalam bidang kesehatan adalah unutk melihat dan menganalisa organ-organ tubuh bagian dalam manusia Untuk dapat melihat organ tubuh bagian dalam manusia telah ditemukan begitu banyak alat canggih, namun hampir seluruh alat tersebut masih bergantung pada perangkat TIK sebagai sarana untuk penyaluran data ataupun gambarnya. Oleh karenanya, TIK memiliki peranan yang vital juga dalam melihat dan menganalisa organ – organ tubuh manusia tersebut.

6.    Pemanfaatan TIK dalam Dunia Farmasi
TIK juga berperan sangat penting dalam farmasi, misalnya untuk merecord resep dan dosis, serta menyimpan data harga obat – obatan tersebut. Selain itu, dengan adanya komputer dalam bidang farmasi juga membantu untuk mengelompokkan macam-macam obat berdasarkan kegunaannya, misalnya Panadol, Feminax, Ponstan adalah obat penahan rasa sakit.

7.        Pemanfaatan TIK dalam Dunia Perdagangan
Penggunaan TIK dapat mempermudah diri sendiri dan orang lain dalam transaksi jual dan beli yang disebut dengan dunia perdagangan. Contohnya , sebuah layanan online yang disebut toko online. Kita dapat membeli yang kita butuhkan disana tanpa harus mengantri, dan yang pasti dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Adanya pemanfaatan TIK menjadikan modal dan biaya-biaya lainnya menjadi minim. Kalau mau berdagang pasti membutuhkan modal. Tidak hanya modal fisik dan mental, melainkan juga modal materi. Tetapi bila kita berdagang secara online, atau bahasa orang awamnya berdagang di internet, semua itu dapat menjadi sekecil mungkin tapi dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari modal kita dan biaya operasional. Karena dalam berjualan online tidak perlu memiliki yang namanya toko dan karyawan. Dalam mempromosikan, pemanfaatan TIK dibagian ini menjadi sangat tepat/efektif. Menjalankan atau berdagang secara online dengan mudah mendapatkan target-target pasar/pemasaran, dengan menggunakan konten/artikel yang sedang HOT topik. Jadi dengan adanya informasi yang ada di blok atau situs, kita bisa memaparkan/ memetakan pasaran yg mana akan dituju. Intinya tidak perlu lagi dan tidak ada beban dalam hal berpromosi seperti sales yang harus bertemu dengan calon pembeli. Pemanfaatan TIK juga digunakan sebagai target untuk pemasaran dalam berdagang yang luas. Dengan menggunakan media yang namanya internet yang dapat di akses oleh seluruh orang di dunia maka media internet sangat memungkinkan untuk mendapatkan target penjualan yang besar dan luas. Jadi apapun itu produk/jasa yang di jual secara online dapat dan dipromosikan secara elektronik melaui internet. Dengan adanya TIK dalam dunia perdgangan dapat mempermudah pendataan barang/produk kita. Tidak hanya dalam pendataan barang yang terjual, melainkan pendataan seperti, barang yang masuk, pendataan customer, pendataan barang bulanan, dan masih banyak lagi. Dalam hal ini kita tidak perlu repot dalam yang namanya pembukuan secara manual, karena dapat banyak memakan waktu yang kita butuhkan untuk hal lain. Adanya pemanfaatan TIK membuat transaksi pembayaran yang mempermudahkan pembeli. Jika pelanggan ingin berbelanja online dan sudah memilih barang yang akan dibeli, maka pelanggan dapat membayarnya secara online biasanya itu disebut internet banking. Kemudian, pemanfaatn TIK dalam dunia perdanganan mempermudah dalam pengaturan di bidang perdagangan suatu barang. Maksudnya, penjual dapat mengatur apa yang harus dirubah dalam penyampaian dan pengelolaan suatu informasi dari produknya. Misalnya penjual tidak ingin menjual suatu produk ke daerah tertentu dan harus menarik produk tersebut dari daerah itu. Dengan TIK penjual cukup menghapus atau mengatur di web atau data yang dimiliki tanpa harus terjun ke daerah tersebut secara langsung.

8.    Pemanfaatan TIK dalam Industri dan Manufaktur
Dalam bidang industri, TIK digunakan pada proses perencanaan sebuah produk baru melalui program desain, seperti Computer Aided Design (CAD). Gunanya, agar produk yang diinginkan dapat dirancang secara cepat,  mudah, dan memiliki ketepatan tinggi.  Sebagai contoh,  untuk menggambar bentuk desain mobil dibutuhkan waktu yang lama dan relatif sulit apabila dilakukan secara manual.  Akan tetapi, dengan program CAD (misalnya, AutoCad) semua itu dapat teratasi. Bahkan, program ini dapat menggambarkan bentuk nyata sebuah desain mobil dilihat dari berbagai sudut (3 dimensi). Pada tahap produksi,  digunakan  robot yang dikendalikan oleh komputer dengan program Computer Numerical Control (CNC)  dan  Computer Aided Manufacture (CAM). Bahkan, ujicoba ketahanan kendaraan dapat dilakukan dan disimulasikan dengan komputer. Dari beberapa penjelasan mengenai alternative pemanfaatan TIK dalam menunjang dunia kerja, dapat disimpulkan bahwa  peran  TIK dalam bidang industri dan manufaktur sangat besar, di antaranya adalah sebagai alat bantu untuk merancang produk baru secara cepat, mudah, dan tepat (akurat) dan sebagai proses produksi yang dapat  dilakukan dengan sesedikit  mungkin tenaga manusia sehingga mengurangi resiko fisik yang dapat dialami oleh manusia.

Ada banyak sekali alternatif pemanfaatan TIK yang efektif lainnya yang digunakan untuk menunjang dunia kerja. Hal ini sangat membantu kebutuhan hidup manusia dalam era globalisasi yang tidak terlepas dari dunia TIK itu sendiri.

Daftar Rujukan

Darmawan, Deni. 2013. Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Teori 
          dan Aplikasi. Bandung: PT Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2015. Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT Rosda Karya
Khusnah, Asmaul. 2015. Pemanfaatan TIK dalam Berbagai Bidang. [Online].
berbagai-bidang/, diakses tanggal 21 November 2018).








Senin, 12 November 2018



STUDI KASUS LATAR BELAKANG PENGGUNAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN (PENJASKES)
oleh Arie Dwi Debrata

Pembelajaran adalah serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Pembelajaran akan berfokus pada pengembangan kemampuan intelektual yang berlangsung secara social dan kultural, mendorong siswa membangun pemahaman dan pengetahuannya sendiri dalam konteks social, dan belajar dimulai dari pengetahuan awal dan perspektif budaya. Seperti yang diketahui, penjaskes adalah pembelajaran dasar bagi siswa yang bertujuan untuk membantu perkembangan kognitif, fisik, mental, emosi, social dan lainnya. Dalam pembelajaran penjaskes diperlukan prinsip-prinsip karakter agar siswa selalu sportif selama proses pembelajaran berlangsung. Sementara itu pembelajaran di era globalisasi seperti sekarang, sudah saatnya pembelajaran penjaskes menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk proses belajar mengajar. Pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes) merupakan pendidikan yang melibatkan aktivitas jasmani/gerak dalam pembelajaran sehingga penggunaan TIK sebagai media dalam pembelajaran dapat membantu guru untuk lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran yang berhubungan dengan gerak. Penggunaan TIK dalam pembelajaran pendidikan jasmani bisa berupa slide presentation, CD-Interaktif, video tutorial, film bertemakan olahraga, multimedia, jaringan dan lain-lain. 
Sementara itu, berdasarkan penelitian yang terjadi di lapangan saat ini di SMP Negeri 1 Kuala Tungkal, penggunaan TIK dalam pembelajaran Penjaskes selalu terkendala oleh pemadaman listrik yang jadwalnya tidak menentu. Oleh karena itu, penuntunan penggunaan TIK dalam pembelajaran juga harus disertai dengan adanya buku tes pendamping semacam lembar kerja siswa, sehingga saat pemadaman listrik berlangsung siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan menguji kemampuan bersama lembar kerja yang sudah disediakan. Pembelajaran berbasis TIK dapat membuat siswa secara aktif mengikuti pembelajaran walaupun guru yang sedang mengajar berhalangan untuk hadir. Banyaknya aplikasi pengembangan materi ajar berbasis TIK yang dapat membantu guru-guru dalam mengembangkan kreatifitas mereka dalam mengelola bahan ajar. Penggunaan TIK dalam pembelajaran tidak hanya menuntut siswa untuk aktif mecari materi ajar sendiri,  tetapi guru pun harus aktif memadukan materi ajar yang akan disampaikan agar pengetahuan yang dimiliki oleh guru tidak ketinggalan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Pembelajaran berbasis TIK mengubah paradigma lama dari pembelajaran terpusat pada guru (teacher-centered) menjadi pembelajaran berpusat pada siswa (students-centered). Pada tingkatan paling tinggi, penggunaan TIK dalam pembelajaran digambarkan sebagai proses pembelajaran yang telah menyatu dengan kemajuan TIK. Pada kondisi ini, siswa melaksanakan pembelajaran secara mandiri dan online yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Guru dalam tingkatan ini berperan hanya sebagai fasilitator, oleh karena itulah muncul paradigma baru pembelajaran berpusat pada siswa (students-centered).

Daftar Rujukan
Abdullah, Ishak. 2013. Teknologi Pendidikan. Bandung: PT Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2013. Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Teori dan Aplikasi.
Bandung: PT Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2015. Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT Rosda Karya.


Rabu, 07 November 2018


PRINSIP-PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN TIK UNTUK MENUNJANG KEBUTUHAN DUNIA KERJA
Oleh Arie Dwi Debrata

Saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat dirasakan kebutuhannya dalam segala aspek kehidupan. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif dan efisien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Perkembangan dan pemanfaatan TIK juga dirasakan dalam menunjang kebutuhan dunia kerja. Ada beberapa prinsip dasar pengembangan TIK yang perlu diperhatikan untuk penerapannya di dunia kerja:
  1. Pengembangan TIK menjadikan pekerjaan lebih efektif.
Peluang lapangan pekerjaan yang semakin luas ditandai dengan demand atau permintaan akan calon pekerja yang kompeten dari para perusahaan. Dengan peran TIK yang lebih luas tentu hasilnya lebih efektif serta tepat guna menjangkau para kandidat baru sehingga para penyedia lapangan pekerjaan lebih mudah menyeleksi yang terbaik untuk diangkat sebagai karyawan. Para pencari kerja juga semakin mudah dalam menentukan jenjang karir karena terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas akan semakin efektif bagi kedua belah pihak. Sekarang ini banyak perusahaan dan instansi pemerintahan yang menyeleksi calon pegawai mereka menggunakan sistem Computer Asissed Technology (CAT). Penggunaan sistem CAT ini dinilai lebih efektif karena tidak membutuhkan banyak tenaga, bersifat lebih transfaran dan tidak ada rekayasa.
Di perusahaan-perusahaan besar, pengembangan TIK dapat digunakan sebagai pengontrol kerja karyawan. Contohnya saja adanya presensi online, hal ini mempermudah para menejer untuk mengetahui kehadiran karyawan walaupun mereka sedang tidak berada di kantor. Pengembangan TIK seperti adanya Closed Cicuit Television (CCTV) dan pintu ditektor yang bisa dipantau melalui internet mempermudah swalayan besar mengetahui alur barang yang masuk dan keluar, apakah sudah sesuai atau tidak sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Di beberapa Universitas, pengembangan TIK sudah dilakukan untuk akses perpustakaan, akses ke pakar, perkuliahan secara online, menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan dan lain-lain yang membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan tepat guna. Penerapan TIK dalam dunia bisnis biasanya sering disebut e-commerce, yaitu aplikasi yang dapat mempermudah transaksi-transaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan. Dalam dunia perbankan, pengembagan TIK dilakukan melalui transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. Internet Banking bernilai efektif karena mempermudah pelayanan perbankan kapan saja dan di mana saja. Pengembangan TIK dalam dunia pendidikan diperuntukkan bagi peningkatan kinerja lembaga pendidikan dalam upayanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal ini membantu guru dan pengajar lainnya agar tidak lagi disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan operasional, yang sesungguhnya dapat digantikan oleh komputer.
  1. Pengembangan TIK membuat pekerjaan menjadi lebih efisien.
Efisien yang dimaksud disini bisa diartikan dengan hematnya waktu yang digunakan bagi para perusahaan atau instansi pemerintahan dalam mencari pekerja baru. Mereka dapat mencari para pekerja yang sesuai spefikasi standar perusahaan atau instansi pemerintahan sehingga demand atau permintaan akan sumber daya manusia dari beberapa divisi setiap perusahaan atau instansi tersebut dapat terpenuhi sesuai target waktu yang ditentukan. Dari segi biaya tentu saja tentunya adanya pengembangan TIK membuat kantong lebih hemat. Hal itu karena perusahaan atau instansi pemerintahan yang ingin membuka lowongan pekerjaan cukup mempromosikan lowongan pekerjaan mereka melalui media media online yang jauh lebih terjangkau dan bisa sampai ke seluruh pelosok negara tanpa membutuhkan biaya dan waktu yang banyak. Bagi para pencari lapangan pekerjaan tentu juga dirasa lebih efisien karena dapat mengirimkan puluhan surat lamaran pekerjaan dalam sehari hanya dengan kehebatan surat elektronik atau email bila dibandingkan dengan mengirimnya lewat cara lama dan konvensional. Hanya dengan sentuhan jari, para pekerja memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan jenjang karir serta perekonomian mereka dengan memanfaatkan kehebatan dan media TIK.
Pengembangan TIK dalam dunia kerja dimanfaatkan oleh pebisnis online untuk menjual produk mereka. Dengan bermodal aplikasi belanja online seperti shoppee atau tokopedia, berbisnis hanya dari rumah tanpa memerlukan tempat dan bisa menghasilkan uang. Di Indonesia saat ini, gojek juga merupakan salah satu aplikasi untuk dunia kerja yang memanfaatkan pengembangan TIK. Dahulu kala, bagi seseorang yang tidak mempunyai kendaraan akan sulit baginya untuk pergi kemana-mana, harus menunggu angkutan umum dan hal itu membuat waktu terbuang sia-sia. Sekarang ini, adanya aplikasi gojek mempermudah seseorang yang tidak memiliki kendaraan untuk bisa pergi kemana-mana dengan hemat dan praktis. Banyak orang yang mendaftar diri mereka menjadi driver gojek untuk mencari penghasilan tambahan dan mengisi waktu luang. Dalam aplikasi gojek juga tersedia pesan antar makanan yang disebut go food. Apabila pelanggan ingin makan tetapi malas keluar rumah, cukup pesan melalui go food dan tak lama kemudian pelanggan dapat menikmati makanan tersebut hanya dengan menunggu di rumah.
  1. Pengembangan TIK menjadikan pekerjaan lebih ramah lingkungan.
Ramah lingkungan adalah dampak positif dengan adanya peran aktif pengembangan TIK dalam dunia kerja. Adanya kemudahan dengan memanfaatkan TIK membuat sumber daya alam pun ikut kena efek baiknya. Apabila kita lihat dalam kehidupan kita, semua alat yang dipakai untuk melakukan pekerjaan terbuat dari sumber daya alam yang ada. Contohnya kertas berasal dari serat kayu, serat kayu berasal dari pohon yang ada di hutan-hutan. Semakin banyak kertas yang digunakan maka semakin banyak pohon yang ditebang untuk mendapatkan serat kayu dan menyebabkan hutan tersebut menjadi tandus. Hutan yang tandus menyebabkan terjadinya polusi udara, banjir bahkan tanah longsor. Pekerjaan dengan menggunakan TIK meminimaliskan penggunaan kertas. Kertas yang biasanya dipakai sebagai bukti surat-surat dalam dunia kerja dapat diganti dengan surat elektronik melalui email atau website. Analogi lain, apabila seorang pekerja ingin mencari pekerjaan baru tak perlu repot lagi untuk mencetak atau menggandakan berkas lamaran dalam bentuk print out atau hard copy karena hal itu akan menghabiskan berpuluh bahkan ratusan kertas untuk dikirim kepada alamat tujuan sebuah perusahaan atau instansi yang tengah membuka lowongan pekerjaan. Pengembangan TIK di era globalisasi ini, hanya dengan mengunggah beberapa file surat dalam lampiran email dapat diartikan bahwa kita telah menyelamatkan bumi dari kepunahan.
  1. Pengembangan TIK dalam dunia kerja dapat memperluas jaringan.
Media TIK menciptakan aplikasi-aplikasi yang membuat aktivitas pekerjaan menjadi lebih mudah. Aplikasi tersebut dirancang agar komunikasi antar perusahaan atau instansi pemerintahan tidak terbatas oleh waktu dan tempat. Konsep ini lah yang memberi pengertian bahwa TIK dapat memperluas jaringan sampai ke seluruh pelosok dunia. Jaringan yang lebih luas dapat menjangkau sasaran para praktisi di dunia kerja agar lebih mudah mencapai tujuannya. Perusahaan-perusahaan besar saat ini bisa memiliki pelanggan dimana-mana dengan memanfaatkan pengembangan TIK. Contohnya saja seperti perusahaan Instagram atau Facebook. Walaupun servernya berada pada negara asal pembuatannya tetapi aplikasi tersebut sudah dipakai oleh jutaan umat di seluruh dunia untuk menambah informasi tentang seluruh aspek kehidupan.

Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut diapresiasi karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Kemajuan TIK yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain. Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan. Pengembangan TIK diterapkan dalam beberapa perusahaan atau instansi pemerintahan, dunia bisnis, sektor perbankan, dan lain-lain. TIK merupakan suatu proses perkembangan teknik, metode dan media komunikasi untuk bertukar informasi antar manusia. Selain itu, melalui TIK, informasi dapat lebih cepat terdokumentasikan dan mempunyai jangkauan sebar yang lebih luas. Pengembangan TIK diyakini memberikan manfaat bagi pemakaian dalam hal ini perusahaan dan meluas ke segala aspek aktivitas termasuk aktivitas yang berhubungan dengan manajerial seperti proses perencanaan, pengendalian informasi dan bahkan memasukkan teknologi ke dalam isu-isu yang berhubungan dengan manajemen. Penggunaan TIK ini memberikan manfaat kualitatif maupun kuantitatif. Manfaat kuantitatif terdiri dari pengurangan biaya operasi dan perbaikan produk dan jasa yang ditawarkan. Sedangkan manfaat kualitatif berupa analisis data lebih cepat, penyajian laporan manajemen lebih baik, beberapa pekerjaan dapat dilakukan individu yang sama, penghematan waktu, akses data tepat waktu, data yang disajikan lebih akurat, dan perbaikan dalam pengambilan keputusan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan TIK dalam menunjang kebutuhan dunia kerja dapat membantu pekerjaan atau usaha yang diinginkan. Sekarang ini, kemampuan dalam pengembangan TIK sudah menjadi hal yang sangat penting, apalagi perusahaan atau instansi pemerintahan sangat membutuhkan orang yang mempunyai kompetensi di bidangnya tetapi mempunyai keahlian terhadap penggunaan TIK dalam aktivitas pekerjaan.

Daftar Rujukan:
Abdullah, Ishak. 2013. Teknologi Pendidikan. Bandung: PT Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2013. Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Teori dan Aplikasi. Bandung: PT Rosda Karya.
Darmawan, Deni. 2015. Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT Rosda Karya.
Utomo, Hendra. 2012. Peran TIK dalam Dunia Kerja. [Online]. (https://www.kartunet.com/peran-tik-dalam-dunia-kerja-284/, diakses tanggal 8 November 2018).